Pengertian Sertifikat Tanah

Sertifikat tanah sebagai bukti pemilikan dan hak seorang atas tanah atau tempat. Sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh Tubuh Pertanahan Nasional (BPN) ini sebagai document negara yang penting karena berkaitan dengan permasalahan validitas dan pertanda bukti kuat kepenguasaan tempat.

Berdasar pertanyaan yang Anda sampaikan, kami simpulkan jika sertifikat tanah yang Anda tujuan ialah sertifikat hak punya atau SHM. Maka dari itu, untuk seterusnya jawaban ini akan konsentrasi untuk mengulas langkah membuat sertifikat tanah hak punya.

Tata Cara Membuat Sertifikat Tanah

Sesudah ketahui beragam beberapa jenis sertifikat tanah dan perannya, paling akhir penting untuk dipahami bagaimana proses pembikinan sertifikat tanah secara legal di Indonesia. Dalam masalah ini, orang yang ingin membuat sertifikat tanah karena itu wajib melakukan pengurusan administratif di Tubuh Pertanahan Nasional (BPN).

Untuk mengurusi document ini, Anda perlu mempersiapkan beberapa arsip misalnya:

  1. Fotokopi KTP pemilik tanah yang sudah dilegalisir oleh petinggi yang berkuasa,
  2. Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun akhir,
  3. Fotokopi KK,
  4. Fotokopi NPWP,
  5. Izin Membangun Bangunan (IMB),
  6. Akta Jual Membeli (AJB),
  7. Pajak Pendapatan (PPh),
  8. Bukti pembayaran pelunasan BPHTB.

Sesudah mempersiapkan beberapa berkas yang dibutuhkan, Anda dapat selekasnya ke arah kantor BPN Paling dekat. Kemudian, isi formulir pembikinan sertifikat tanah yang disiapkan di kantor BPN. Kemudian, umumnya akan harus bayar ongkos pengecekan dan pengukur tanah.

Bila arsip permintaan pembikinan sertifikat diterima, seterusnya petugas akan lakukan proses pengukur dan pengecekan tanah. Hasil pengukur itu selanjutnya diteruskan ke BPN Pusat untuk memperoleh surat keputusan.

Apabila sudah diberi surat keputusan, seterusnya Anda bayar registrasi SK hak. Ini sebagai tahapan paling akhir dalam prose pembikinan akte sertifikat tanah. Kemudian, document sertifikat tanah dengan cara resmi dapat dipunyai.

Apa Fungsi Dari Sertifikat Tanah

Menurut pasal 3 Ketentuan Pemerintahan No. 24 tahun 1997, peranan atau arah registrasi tanah dan mempunyai sertipikat tanah yakni:

1. Untuk memberi kejelasan hukum dan pelindungan hukum ke pemegang hak atas satu sektor tanah, unit rumah atur dan hak-hak yang lain tercatat supaya secara mudah bisa menunjukkan dianya sebagai pemegang hak yang berkaitan.
2. Sebagai penyuplai info ke beberapa pihak yang memiliki kepentingan terhitung Pemerintahan supaya secara mudah bisa mendapat data yang dibutuhkan dalam melangsungkan tindakan hukum berkenaan sektor-sektor tanah dan satuan-satuan rumah atur yang telah tercatat;
3. Untuk terlaksananya teratur administrasi pertanahan

Tipe Sertifikat Tanah dan Perannya

Sertifikat Hak Buat Bangunan

Sertifikat Hak Buat Bangunan (SHGB) termasuk juga salah satunya dari beberapa jenis sertifikat tanah yang perlu untuk dipahami. Ini ialah dokmen sah yang dipakai beberapa developer untuk membuat sebuah apartemen atau perumahan. Sertifikat ini berlaku dengan periode waktu tertentu sesuai kesepakatan. Tetapi, biasanya sertifikat ini habis sesudah 30 tahun, tetapi bila diharapkan Anda dapat perpanjang sampai 20 tahun.

Tanah Girik

Beberapa jenis sertifikat tanah yang paling akhir ialah Tanah Girik. Ini sebetulnya bukan document sertifikat, tetapi panggilan untuk sebuah tanah yang belum mempunyai akte sertifikat. Dalam masalah ini, Tanah Girik umumnya berbentuk surat kuasa tanah yang diberi tanda tangan dan ditetapkan oleh ke dusun di tempat.

Dalam document surat kuasa ini tertera nomor surat, luas tanah, dan pemilik hak yang didapatkan dari transaksi bisnis jual-beli atau peninggalan.Karena validitas hukumnya tidak sekeras beberapa jenis sertifikat tanah lainnya, hingga tanah girik ini dipasarkan pada harga yang tambah murah dibandingkan tanah yang bersertifikasi SHM atau SHGU.

Verified by MonsterInsights