Pengertian Obligasi

Untuk kamu yang sudah tidak asing dengan dunia investasi, kamu tentu pernah dengar istilah obligasi. Secara singkat, obligasi ialah surat hutang yang dikeluarkan oleh pemerintahan atau perusahaan dengan periode waktu tertentu. Surat hutang kemungkinan tidak setenar saham dan reksa dana sekarang ini. Walau demikian, tidak berarti produk investasi ini sepi pecinta. Tiap tahunnya, pemerintahan selalu melaunching beberapa Surat Bernilai Negara (SBN) retail dan ketertarikan investor besar sekali tiap peluncuran surat hutang negara ini.

Obligasi ialah surat pernyataan hutang yang bisa dijualbelikan berisi janji dari faksi yang mengeluarkan efek pada pihak konsumen untuk bayar bunga (coupon) pada masa tertentu dan pembayaran dasar diakhir periode utang (jatuh termin).

Gampangnya, penerbit obligasi ialah debitur dan konsumen obligasi ialah kreditur atau investor. Penting untuk kamu tahu jika produk menjadi salah satunya investasi yang memberi penghasilan rutin, lho, karena arah penerbitannya ialah memberi tingkat perkembangan nilai investasi relatif konstan dan resiko lebih konstan dibanding saham.

Sama dengan saham, produk ini sebagai tipe investasi yang bisa kamu membeli dan jual di pasar modal. Obligasi memang mempunyai jatuh termin, namun tidak berarti kamu harus menggenggamnya sampai jatuh termin.

Kamu bisa juga menjualnya kembali di pasar sekunder dan mempunyai potensi mendapatkan keuntungan lebih dari capital gain. Tetapi, juga bisa capital loss, saat kamu menjualnya saat harga turun.

Kelebihan Jadikan Obligasi sebagai Investasi

Sebagai salah satunya instrument investasi, obligasi memberi beberapa keuntungan untuk beberapa pemegangnya, salah satunya:

  1. Keuntungan yang didapat dari coupon (bunga) yang terdiri atas tiga tipe, yakni coupon masih tetap (fixed kupon) dan coupon mengambang (floating/variable kupon). Walau begitu, ada obligasi yang tidak berlakukan coupon (zero kupon bond). Imbal balik (yield) obligasi yang didapatkan dapat besar bergantung dari periode waktu obligasi. Lama-lama, semakin besar keuntungannya.
  2. Keuntungan yang didapat dari beda harga obligasi (dalam prosentase) sesudah diperjualbelikan. Misalkan, harga awalnya obligasi 100%. Saat akan dipasarkan, harga rupanya naik jadi 115% . Maka, jika kamu menjualnya, keuntungan yang didapatkan 15% (istilahnya capital gain 15%).
  3. Aman karena pembayaran coupon dan dasar ditanggung UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.
  4. Kupon/bunga obligasi semakin tinggi dibanding bunga deposito.
  5. Mudah untuk diperjualbelikan di Pasar Sekunder yang ditata proses Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi bisnis di luar bursa.
  6. Bisa ditanggungkan sebagai jaminan, seperti obligasi negara.

4 Karakter Obligasi

Sebagai instrument investasi, ada 4 karakter obligasi yang penting Anda kenali agar membandingkannya dengan instrument lain. Apa itu? Berikut penuturannya.

Nilai Obligasi

Nilai obligasi atau yang umumnya disebutkan jumlah emisi obligasi ialah info hal jumlah dana yang dibutuhkan sebagai pendasaran memperoleh hutang dari investor.

Besaran nominal yang dikeluarkan harus ditetapkan oleh saluran cash flow perusahaan, performa perusahaan, dan arah usaha supaya investasi obligasi bergerak sama sesuai bukti.

Misalnya, perusahaan A mempunyai project membuat pabrik baru dengan ongkos Rp1 miliar. Dari nominal Rp1 miliar itu, perusahaan A dapat minta kontribusi modal dari warga dengan mengeluarkan surat hutang.

Nach, saat kesepakatan berjalan dengan calon investor, perusahaan A akan menerangkan arah kerja, cash flow, dan performa usaha supaya investor yakin untuk memberikan modalnya ke perusahaan itu.

Periode Waktu Obligasi

Obligasi ialah instrument investasi yang mempunyai kurun waktu dimulai dari satu tahun sampai sepuluh tahun. Tetapi, pada umumnya jatuh termin surat obligasi ialah lima tahun. Beberapa investor cenderung pilih surat hutang periode pendek karena memiliki tingkat resiko yang lebih rendah.

Kupon Rate dan Principal Rate

Principal rate ialah nominal dana yang penting dibayar oleh penerbit surat hutang pada pemegang obligasi saat periode jatuh termin. Principal rate terkait dengan redemption nilai atau nilai penebusan, maturity nilai, par nilai atau face nilai.

Dalam pada itu, kupon rate ialah jenjang bunga yang perlu dibayar penerbit obligasi pada pemegang obligasi /tahun.

Agenda Pembayaran

Supaya sesuai kesepakatan, penerbit obligasi perlu membayar bunga secara periodik. Umumnya, dapat per trimester, per semester, atau triwulan sekali.

Tipe Obligasi

1. Tipe Obligasi Berdasar Penerbitnya

A. Wilayah

Obligasi wilayah sebagai surat hutang terbitan pemda. Penerbitannya mempunyai tujuan untuk menolong wilayah untuk lakukan pembangunan.

B. Korporasi

Berlainan dengan obligasi pemerintahan, obligasi korporasi dikeluarkan oleh perusahaan, baik perusahaan punya negara (BUMN) atau perusahaan swasta. Tingkat resikonya biasanya semakin tinggi dibanding SBN terbitan pemerintahan. Maka dari itu, umumnya perusahaan akan tawarkan return semakin tinggi. Sama seperti seperti pemerintahan, perusahaan keluarkan surat hutang dengan konsep syariah.

2. Tipe Obligasi Berdasar Nominalnya

A. Coupon Masih tetap (Fixed Rate)

Surat hutang tipe ini mempunyai coupon masih tetap seperti yang ketetapan faksi penerbit saat peluncurannya. Sebagai contoh, pemerintahan memutuskan coupon ORI sejumlah 5,2% /tahunnya. Maknanya imbal hasil bulanan yang kamu terima masih sama sampai periode jatuh termin nanti . Maka tidak perlu cemas imbal dari hasil surat hutangmu akan turun jika suku bunga turun.

B. Coupon Mengambang dengan Batasan Minimum (Floating with Floor)

Floating with floor maknanya mengambang dengan batasan minimum. Imbal hasil bulanan bisa beralih-alih ikuti tingkat suku bunga Bank Indonesia (7 Days Repo Rate BI) dengan minimal yang faksi penerbit tetapkan. Misalkan, pemerintahan sebagai salah satunya penerbit obligasi memutuskan batasan minimal coupon sejumlah 4,5%. Maknanya, saat suku bunga BI naik, imbal hasil investor akan naik , dan istimewanya saat suku bunga BI turun, imbal hasil akan merujuk pada batasan minimum yang diputuskan . Maka, tidak akan turun. Salah satunya contoh surat hutang yang imbal hasilnya floating with floor ialah Savings Bond Retail (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST).

3. Tipe Obligasi Berdasar Konsepnya

A. Konservatif

Obligasi yang diatur secara konservatif disebutkan surat hutang. Beberapa investor akan terima pembayaran coupon tiap bulannya sampai jatuh termin yang sudah ditetapkan.

B. Syariah

Berlainan hal lewat produk yang diatur dengan konsep syariah, karena imbal hasil obligasi ialah berbentuk uang sewa (ujrah). Penghitungan imbal hasilnya sesuai konsep syariah.

Verified by MonsterInsights